Wow, Seminggu 106 Istri Ingin Menjada di Ponorogo

disini
Memprihatinkan, ratusan kaum hawa di Ponorogo ingin berlaih status menjadi janda. Tak pelak, fenomena ini menimbulkan tanya. Pasalnya permohonan kasus perceraian menumpuk di meja Pengadilan Agama (PA) setempat. 

Ironisnya, dalam seminggu petugas PA Ponorogo menerima seratusan permohonan cerai. Lebih tragis, permohonan perceraian itu didominasi cerai gugat dari pihak istri. 

‘’Ada106 perkara yang masuk seminggu ini. Kebanyakan cerai gugat,’’ kata Humas PA Ponorogo Abdullah Sofwandi, Senin (17/7).
[post_ads]
Hingga semester pertama tahun ini, pihaknya sudah menerima 940 kasus perceraian. Sebanyak 648 kasus diantaranya adalah cerai gugat yang dilayangkan para istri. 

Lebih dari separonya adalah cerai gugat yang dimohonkan oleh istri dari luar negeri melalui pihak ketiga (pengacara). 

Penyebabnya beragam, mulai ketidakcocokan, urusan nafkah lahir-batin, sampai gangguan pihak ketiga. Keinginan cerai diperkuat dari perbedaan penghasilan. 

‘’Pihak istri yang berpenghasilan jauh lebih besar kebanyakan menuntut nafkah lebih kepada suami,’’ ungkapnya.
[post_ads]
Padahal, lanjutnya, suami juga memiliki peran besar dalam keluarga meski berpengasilan kecil. Salah satunya adalah merawat anak. Sayangnya, anak-anak sudah bukan menjadi pertimbangan utama. 

Perubahan gaya hidup di luar negeri diduga menjadi salah satu penyebabnya. Alhasil perceraian tidak bisa dicegah. 

‘’Gangguan pihak ketiga juga bisa dari pihak suami yang di kampung halaman. Tetapi tidak sebanyak yang di luar negeri,’’ ujarnya.

sumber Jawapos
disini